Selasa, 12 Januari 2010

Struktur Kontrol : Percabangan

Struktur Kontrol : Percabangan

- Program dapat menentukan operasi/perintah mana yang akan dijalankan sesuai kondisi tertentu

- Bentuknya seperti pilihan atas alternatif-alternatif yang disediakan

- Prinsipnya mirip dengan :

Ada 2 wanita, A dan B. A itu kurang cantik tapi baik dan pintar, sedangkan B itu cantik dan baik tapi kurang pintar. Pilih A atau B ?

- Ada 3 macam perintah percabangan di C

If (kondisi)

    • If (kondisi)

{ … …}

else

{ … …}

    • switch (expression) { … … }



Perintah percabangan pertama, sintaksnya :

If (kondisi)

(kondisi) diisi dengan operator relasional

Contoh : (nilai > 80)

adalah perintah yang dijalankan jika kondisi terpenuhi

Contoh : printf(“Nilai anda : A”);

Lengkapnya menjadi :

if(nilai > 80)

printf(“Nilai anda : A”);

Pada bentuk

If (kondisi)

Ada kemungkinan untuk menjalankan lebih dari 1 perintah, menjadi:

If (kondisi) {

}

Contoh:

if(nilai > 80) {

printf(“selamat anda lulus alpro\n”);

printf(“nilai anda : A”);

}

Perintah percabangan kedua, sintaksnya :

if(kondisi)

else

Mirip dengan bentuk pertama, tapi yang ini ditambah dengan else, yang memuat perintah-perintah yang dijalankan jika (kondisi) tidak terpenuhi

Contoh:

Bila jumlah membolos lebih dari 5 maka tampilkan pesan “tidak boleh ujian”, jika tidak maka tampilkan pesan “boleh ujian”.

if(bolos>5)

printf(“tidak boleh ujian”);

else

printf(“boleh ujian);

Penulisan if-else tersebut dapat menggunakan conditional operator seperti berikut:

bolos > 5? printf(“tidak boleh ujian”) : printf(“boleh ujian”);

(kondisi)? : ;

Jumlah alternatif kondisi bisa lebih dari 1, seperti contoh berikut :

if(suhu>=100)

printf(“berwujud gas”);

else if(suhu<=0)

printf(“wujud padat”);

else

printf(“wujud cair”);

Pada C, kondisi yang bernilai tidak sama dengan 0 (nol) berarti bernilai TRUE, jika nilainya 0 maka bernilai FALSE.

Contoh:

If(4+5) à bernilai TRUE

Bagaimana dengan if(4-5)? Apa nilainya?

Bentuk ketiga menggunakan switch

Formatnya:

switch(expression) {

case : ;

break;

case : ;

break;

default : ;

}

switch (expression)

Expression di sini biasanya adalah variabel/fungsi

Constant-expr : konstanta

Berupa konstanta, misal ‘A’, 4, 20 dan sebagainya

Kode program menjadi lebih mudah dibaca bila ditulis menggunakan switch dibanding if-else-if

default : à perintah yang dijalankan bila tidak memenuhi kriteria-kriteria yang ada

Contoh:

switch(nilai) {

case ‘A’ : bobot = 4;

break;

case ‘B’ : bobot = 3;

break;

case ‘C’ : bobot = 2;

break;

default : bobot = 1;

}

Keyword break digunakan untuk keluar dari operasi switch. Jika tidak ditemukan break, maka operasi akan dilanjutkan ke constant-expression berikutnya.




0 komentar:

Posting Komentar