Struktur Kontrol : Percabangan
- Program dapat menentukan operasi/perintah mana yang akan dijalankan sesuai kondisi tertentu
- Bentuknya seperti pilihan atas alternatif-alternatif yang disediakan
- Prinsipnya mirip dengan :
Ada 2 wanita, A dan B. A itu kurang cantik tapi baik dan pintar, sedangkan B itu cantik dan baik tapi kurang pintar. Pilih A atau B ?
- Ada 3 macam perintah percabangan di C
If (kondisi)
- If (kondisi)
{ …
else
{ …
- switch (expression) { …
… }
Perintah percabangan pertama, sintaksnya :
If (kondisi)
(kondisi) diisi dengan operator relasional
Contoh : (nilai > 80)
Contoh : printf(“Nilai anda : A”);
Lengkapnya menjadi :
…
if(nilai > 80)
printf(“Nilai anda : A”);
Pada bentuk
If (kondisi)
Ada kemungkinan untuk menjalankan lebih dari 1 perintah, menjadi:
If (kondisi) {
…
…
}
Contoh:
…
if(nilai > 80) {
printf(“selamat anda lulus alpro\n”);
printf(“nilai anda : A”);
}
Perintah percabangan kedua, sintaksnya :
if(kondisi)
else
Mirip dengan bentuk pertama, tapi yang ini ditambah dengan else, yang memuat perintah-perintah yang dijalankan jika (kondisi) tidak terpenuhi
Contoh:
Bila jumlah membolos lebih dari 5 maka tampilkan pesan “tidak boleh ujian”, jika tidak maka tampilkan pesan “boleh ujian”.
…
if(bolos>5)
printf(“tidak boleh ujian”);
else
printf(“boleh ujian);
Penulisan if-else tersebut dapat menggunakan conditional operator seperti berikut:
bolos > 5? printf(“tidak boleh ujian”) : printf(“boleh ujian”);
(kondisi)?
Jumlah alternatif kondisi
…
if(suhu>=100)
printf(“berwujud gas”);
else if(suhu<=0)
printf(“wujud padat”);
else
printf(“wujud cair”);
Pada C, kondisi yang bernilai tidak sama dengan 0 (nol) berarti bernilai TRUE, jika nilainya 0 maka bernilai FALSE.
Contoh:
If(4+5) à bernilai TRUE
Bagaimana dengan if(4-5)? Apa nilainya?
Bentuk ketiga menggunakan switch
Formatnya:
switch(expression) {
case
break;
…
case
break;
default :
}
switch (expression)
Expression di sini biasanya adalah variabel/fungsi
Constant-expr : konstanta
Berupa konstanta, misal ‘A’, 4, 20 dan sebagainya
Kode program menjadi lebih mudah dibaca bila ditulis menggunakan switch dibanding if-else-if
default :
Contoh:
switch(nilai) {
case ‘A’ : bobot = 4;
break;
case ‘B’ : bobot = 3;
break;
case ‘C’ : bobot = 2;
break;
default : bobot = 1;
}
Keyword break digunakan untuk keluar dari operasi switch. Jika tidak ditemukan break, maka operasi akan dilanjutkan ke constant-expression berikutnya.

0 komentar:
Posting Komentar